Ngaco.com

3 May

Vote yang terbaik 😛

Advertisements
Aside

28 Jan

Image

 

Yang penting bukan sepedanya, tapi sepedaannya 😀

Secuil tentang soe hok gie :p

17 Nov

Saya mimpi tentang sebuah dunia,Di
mana ulama – buruh dan pemuda,
Bangkit dan berkata – Stop semua
kemunafikan, Stop semua
pembunuhan atas nama apa pun.Dan
para politisi di PBB,Sibuk mengatur
pengangkutan gandum, susu dan
beras,Buat anak-anak yang lapar di
tiga benua, Dan lupa akan
diplomasi.Tak ada lagi rasa benci pada
siapa pun,Agama apa pun, ras apa
pun, dan bangsa apa pun,Dan
melupakan perang dan kebencian,
Dan hanya sibuk dengan
pembangunan dunia yang lebih
baik.Tuhan – Saya mimpi tentang
dunia tadi, Yang tak pernah akan
datang. Soe Hoek Gie – 29 Oktober
1968 (CSD, terbitan LP3ES)

“Buat apa menghindar? Cepat atau
lambat, suka atau tidak, perubahan
hanya soal waktu. Semua boleh
berubah, semua boleh baru, tapi satu
yang harus dipegang; kepercayaan
Soe Hok Gie (Berjuang dalam
perubahan).

“Kehidupan sekarang benar-benar
membosankan saya. Saya merasa
seperti monyet tua yang dikurung di
kebun binatang dan tidak punya kerja
lagi.Saya ingin merasakan kehidupan
kasar dan keras … diusap oleh angin
dingin seperti pisau, atau berjalan
memotong hutan dan mandi di sungai
kecil … orang-orang seperti kita ini
tidak pantas mati di tempat tidur.”
“Suatu gerakan hanya mungkin
berhasil bila dasar-dasar dari gerakan
tersebut mempunyai akar-akarnya di
bumi tempat ia tumbuh. Ide yang
jatuh dari langit tidak mungkin subur
tumbuhnya,hanya ide yang berakar ke
bumi yang mungkin tumbuh dengan
baik…
(Soe Hok Gie  Di Bawah Lentera
Merah).”

Hari ini aku lihat kembali. Wajah –
wajah halus yang keras. Yang
berbicara tentang kemerdekaan dan
demokrasi dan bercita-cita
menggulungkan tiran. Aku mengenali
mereka. Yang tanpa tentara.Mau
berperang melawan diktator. Dan
yang tanpa uang. Mau memberantas
korups. Kawan – kawan Kuberikan
padamu cintaku. Dan manakah kau
berjabat tangan. Selalu dalam hidup
ini.
Kalau kau tak sanggup menjadi
beringin yang tegak dipuncak
bukit, Jadilah saja belukan,Tapi
belukan terbaik yang tumbuh
ditepi danau. Kalau kau tak
sanggup menjadi belukan, Jadilah
saja rumput, Tapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran
jalan. Tidak semua jadi kapten,
Tentu harus ada awak kapalnya.
Bukan besar kecilnya tugas yang
menjadikan tinggi rendahnya nilai
dirimu. Jadilah saja dirimu, sebaik-
baiknya dirimu sendiri

-_-“

21 Sep

Hari  ini hari selasa.

Hari ini saya semangat.

Harusnya hari ini bertemu dosen pembimbing untuk bimbingan skripsi, tapi apa daya, di jalan kehujanan lebat..

Hari ini masih tidak ada progress

-_-“

-_-“

hobi baru hahaha

14 Aug

My first aquascape.

TAKDIR

14 Aug

Sebenarnya apa tiap – tiap kita sudah memiliki takdir masing – masing, atau kita hanya menjalani segala sesuatunya begitu saja? “

Kalau ada yang berpendapat kalau takdir itu ada, mengapa masih banyak orang berusaha untuk merengkuh segala sesuatu dalam hidupnya? Bukankah seharusnya mereka cukup berpasrah & menunggu agar takdir menjumpai & menggiring mereka?.

Atau malah usaha manusia itulah yang disebut takdir? Atau usaha manusia berpengaruh terhadap takdir mereka?. Kalau usaha – usaha manusia tersebut mampu mempengaruhi takdir, berarti “-takdir-“itu sendiri tidak dapat lagi disebut takdir, karena menurut hukumnya, takdir tidaklah dapat diubah, tidak dapat diotak – atik.

SKEPTIS DENGAN KEPRIBADIAN WAKIL RAKYAT

3 May

Ada yang nonton TV ON* hari ini ( 03 – Mei – 2010 ) habis magrib tadi? Ada dialog antara 3 orang yaitu politisi dari partai x, politisi dari partai y dan pengamat politik mengenai pembahasan bagaimana cara bertata negara yang baik. Kedua politisi tersebut merupakan anggota DPR yang notabene dipilih oleh rakyat, sehingga setidaknya mereka memiliki kredibilitas yang baik.

Nah, dialog awalnya dimulai dengan pemaparan oleh politisi x membahas mengenai jalannya sidang oleh DPR untk memutuskan APBN, ada suatu hal yang terjadi dan bertentangan dengan TATA TERTIB sidang di DPR sehingga rapat molor. Politisi x mencoba menjelaskan kondisi tersebut dilihat dari Ilmu Tata Negara, setelah agak lama menjelaskan, politisi y yang berbeda pandangan tidak terima kepada politisi x sehingga ia mencoba menjelaskan menurut pemahamannya. Setelah agak lama berdebat dengan politisi x, politisi y terlihat “panas” dan kesal karena argumennya dapat dipatahkan oleh politisi x dengan merujuk pada Ilmu Tata Negara. Akhrirnya politisi y marah dan menghina politisi x dengan kata – kata yang sangat tidak pantas untuk diperdengarkan dan dilihat masyarakat melalui layar kaca, apalagi oleh seorang anggota DPR. Selama kurang lebih 10 menit, ia melontarkan makian – makian yang merendahkan politisi x sehingga presenter TV ON* terlihat gelagapan dan mencoba untuk menghentikan dialog.

Yang gw sorotin disini bukan dari partai mana politisi y tadi, tapi yg gw sorotin adalah kok bisa seorang wakil rakyat melontarkan makian kotor kepada wakil rakyat lainnya yang padahal adalah seorang rekan kerjanya sendiri di gedung rakyat. Segitu rendahnya kah moral wakil rakyat? Mungkin orang – orang yang melihat dialog tadi dan memilih politisi y pada pemilu kemarin akan menyesal. Bukankah seorang wakil rakyat yang sering menjadi sorotan publik harusnya mencontohkan perilaku dan sikap yang terpuji kepada rakyatnya, apalagi Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang rakyatnya santun dan menghormati sesama.

NB : Mungkin inilah yang menyebabkan orang – orang muak dengan politik. Namun semoga saja tidak banyak wakil rakyat yang seperti politisi y tadi.